Pernah
kepikiran gak, kenapa di film-film western
kucing suka dijadikan sebagai pemeran antagonis, sementara anjing sebaliknya,
mereka dijadikan sebagai pemeran utama yang terdzolimi, dan biasanya sih, setelah
pertarungan sengit anjingpun menang dan hidup damai dengan manusia.
Mungkinkah
ada misi terselubung dibalik film-film itu?
“sok tau
lo ti. Itu Cuma kebetulan keleusss. Fanatik banget sih lo jadi orang. Semua-muanya
disangkut pautin sama konspirasi mbah yudi”
*eaaa
Sabar sob,
sabar. Gue cuma bisa bilang,
“gak ada
yang gak mungkin, dan gak ada yang kebetulan. Betul ga?”
Percaya gak
percaya, terkadang dari hal-hal sepele yang sering kita abaikan itulah sesuatu
hal bisa terjadi. seperti jodoh misalnya terkadang kita menyepelekan kode-kode yang udah Allah tunjukin, alhasil kita masih muter-muter aja dengan kejombloan yang hakiki.
*eh
apasi? kidding ya mblo
okay back to KUCING
Saat masih
duduk dibangku SMA gue udah pernah nyoba buat sayang dengan binatang satu itu,
tapi gagal total, karena kucing kampung yang suka kelayapan dirumah emak gue galaknya
na’udzubillah, jangankan dipangku, baru mau di elus aja udah main nyakar aja.
Bukan
tanpa alasan, tapi gue punya pengalaman di uber-uber anak kucing tanpa alasan yang jelas
waktu jaman ngaji di TPQ. Alhasil gue jadi parno setiap kali
deket-deket kucing. Eh jangankan deket, denger suaranya aja sebel. gimana nggak
parno, waktu itu gue sampe muterin tempat ngaji yang cukup luas, anak kucing itu masih
tetap ngejar nyusulin gue, gue udah ngumpet itu anak kucing juga berhasil menemukan tempat persembunyian gue. Sampe akhirnya
gue nangis kejer dan gak tau kemana dia dibawa pergi. Yang penting gue selamet.
Karena hal itulah gue hampir nggak
pernah temenan sama kucing.
Sampe suatu
ketika gue baca tentang kisah Rasulullah dan kucingnya, si Mueeza.
Ah, kadang
gue iri sama dia. Rasulullah begitu sayangnya sama Mueeza. Bahkan pernah saat
Mueeza tengah terlelap tidur di jubah Rasulullah saw, sang Nabi lebih memilih
untuk memotong jubahnya agar tak mengganggu tidur Mueeza.
“Ooohhhh, so sweet”
*kedip-kedipin
mata
karena kisah Mueeza ini, hampir setiap ketemu kucing selalu gue panggil Mueeza, wkwkwk
Setahu gue
Rasulullah tidak akan pernah mengajarkan sesuatu jika sesuatu itu tidak
bermanfaat!
Gue pernah
baca, ternyata zaman dahulu kucing dipakai untuk terapi. Dengkuran kucing
yang 50Hz baik buat kesehatan, dan mengelus kucing juga bisa nurunin tingkat stress loh. Bahkan kalau
dijelaskan secara ilmiah, kucing itu binatang paling bersih dan memiliki banyak
manfaat!
Masih gak percaya?, kayaknya perlu di ruwat nih.
Eh wait-wait!
Tahu gak, ada beberapa hadits yang menegaskan bahwa kucing itu tidak najis, satu
diantaranya:
Nabi Salallahu ‘alaihi wasallam pernah
bersabda, “Kucing itu tidak najis. Ia
binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan),”
(H.R
At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).
Ma sha
Allah….
Ada hadits-hadits lain juga yang
ngejelasin tentang larangan menganiaya kucing, seperti yang diriwayatkan oleh
Imam Bukhori:
Dari Ibnu Umar dari Nabi ShallAllohu
‘alaihi wa Sallam bersabda, yang artinya: “Seorang wanita masuk Neraka
karena seekor kucing yang diikatnya. Dia tidak memberinya makan dan tidak
membiarkannya makan serangga bumi.” (HR.Bukhori)
Beuh!
Na’udzubillah
dah ya’. Sebagai muslim yang baik mah kudu belajar buat ngelaksanain apa
yang Rasulullah ajarkan. Bukan malah sebaliknya.
Anyway,
udah dua-tiga tahun belakangan gue berjuang keras buat mencintai kucing. Mulai dari
berani deketin, berani ngelus, sampai akhirnya, gue berani nyium kucing. Heheheh
Dan Alhamdulillah
lagi-lagi Alhamdulillah, gue sudah berhasil “akur” sama kucing tertentu (yang
nurut dan gak main cakar-cakaran)
Semoga
nanti kalau punya rumah sendiri bisa miara banyak kucing ya sob.
terserah nantinya mau kalian namain apa tuh kucing, biar gak mainstream,
gue mau namain anak kucing gue Mueeza #ehh
(H.R At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).
Yeayyyy
Selalu ada
jalan kok, kalau itu sebuah kebaikan, yakin deh
Selamat mencoba!
![]() |
| pertama kalinya |
![]() |
| Bobok |



Tidak ada komentar:
Posting Komentar