Selasa, 06 Januari 2015

Gara-gara Mueeza!

Pernah kepikiran gak, kenapa di film-film western kucing suka dijadikan sebagai pemeran antagonis, sementara anjing sebaliknya, mereka dijadikan sebagai pemeran utama yang terdzolimi, dan biasanya sih, setelah pertarungan sengit anjingpun menang dan hidup damai dengan manusia.

Mungkinkah ada misi terselubung dibalik film-film itu?

“sok tau lo ti. Itu Cuma kebetulan keleusss. Fanatik banget sih lo jadi orang. Semua-muanya disangkut pautin sama konspirasi mbah yudi”
*eaaa

Sabar sob, sabar. Gue cuma bisa bilang,

“gak ada yang gak mungkin, dan gak ada yang kebetulan. Betul ga?”

Percaya gak percaya, terkadang dari hal-hal sepele yang sering kita abaikan itulah sesuatu hal bisa terjadi. seperti jodoh misalnya terkadang kita menyepelekan kode-kode yang udah Allah tunjukin, alhasil kita masih muter-muter aja dengan kejombloan yang hakiki.

*eh apasi? kidding ya mblo 

okay back to KUCING

Saat masih duduk dibangku SMA gue udah pernah nyoba buat sayang dengan binatang satu itu, tapi gagal total, karena kucing kampung yang suka kelayapan dirumah emak gue galaknya na’udzubillah, jangankan dipangku, baru mau di elus aja udah main nyakar aja.

Bukan tanpa alasan, tapi gue punya pengalaman di uber-uber anak kucing tanpa alasan yang jelas waktu jaman ngaji di TPQ. Alhasil gue jadi parno setiap kali deket-deket kucing. Eh jangankan deket, denger suaranya aja sebel. gimana nggak parno, waktu itu gue sampe muterin tempat  ngaji yang cukup luas, anak kucing itu masih tetap ngejar nyusulin gue, gue udah ngumpet itu anak kucing juga berhasil menemukan tempat persembunyian gue. Sampe akhirnya gue nangis kejer dan gak tau kemana dia dibawa pergi. Yang penting gue selamet.

Karena hal itulah gue hampir nggak pernah temenan sama kucing. 

Sampe suatu ketika gue baca tentang kisah Rasulullah dan kucingnya, si Mueeza. 
Ah, kadang gue iri sama dia. Rasulullah begitu sayangnya sama Mueeza. Bahkan pernah saat Mueeza tengah terlelap tidur di jubah Rasulullah saw, sang Nabi lebih memilih untuk memotong jubahnya agar tak mengganggu tidur Mueeza. 

Ooohhhh, so sweet

*kedip-kedipin mata
karena kisah Mueeza ini, hampir setiap ketemu kucing selalu gue panggil Mueeza, wkwkwk

Setahu gue Rasulullah tidak akan pernah mengajarkan sesuatu jika sesuatu itu tidak bermanfaat!

Gue pernah baca, ternyata zaman dahulu kucing dipakai untuk terapi. Dengkuran kucing yang 50Hz baik buat kesehatan, dan mengelus kucing  juga bisa nurunin tingkat stress loh. Bahkan kalau dijelaskan secara ilmiah, kucing itu binatang paling bersih dan memiliki banyak manfaat!

Masih gak percaya?, kayaknya perlu di ruwat nih.

Eh wait-wait!

Tahu gak, ada beberapa hadits yang menegaskan bahwa kucing itu tidak najis, satu diantaranya:

Nabi Salallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan),”
(H.R At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Ma sha Allah….
Ada hadits-hadits lain juga yang ngejelasin tentang larangan menganiaya kucing, seperti yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori:

Dari Ibnu Umar dari Nabi ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam bersabda, yang artinya: “Seorang wanita masuk Neraka karena seekor kucing yang diikatnya. Dia tidak memberinya makan dan tidak membiarkannya makan serangga bumi.” (HR.Bukhori)

Beuh!
Na’udzubillah dah ya’. Sebagai muslim yang baik mah kudu belajar buat ngelaksanain apa yang Rasulullah ajarkan. Bukan malah sebaliknya.

Anyway, udah dua-tiga tahun belakangan gue berjuang keras buat mencintai kucing. Mulai dari berani deketin, berani ngelus, sampai akhirnya, gue berani nyium kucing. Heheheh

Dan Alhamdulillah lagi-lagi Alhamdulillah, gue sudah berhasil “akur” sama kucing tertentu (yang nurut dan gak main cakar-cakaran)

Semoga nanti kalau punya rumah sendiri bisa  miara banyak kucing ya sob. terserah nantinya mau kalian namain apa tuh kucing, biar gak mainstream, gue mau namain anak kucing gue Mueeza #ehh

Yeayyyy

Selalu ada jalan kok, kalau itu sebuah kebaikan, yakin deh


Selamat mencoba!

 
nah kan

pertama kalinya

Bobok





Tidak ada komentar:

Posting Komentar