Sabtu, 20 Desember 2014

Sepenggal Hikmah dari Kisah di Masa Lalu



Bagaimana perasaanmu jika seorang sahabat bertanya,
“Kalau aku udah ga virgin, apa kamu masih mau temenan sama aku?”

Sebut aja Dewi. Orang yang kenal saat semester satu di kampus. tidak ada yang spesial darinya sampai kita sahabatan.

Suatu hari di kosannya, dia bercerita tentang kehidupannya.

"Kamu tahu, kenapa dulu aku sangat benci ibuku? "
Aku menggeleng.
"Karna dia menjatuhkanku di saat aku terpuruk. Saat aku butuh pelukan dan kasih sayangnya. Ketika SMP ku kisahkan kejadian itu. Bukan keadaanku Ti, tapi kekhawatiran jika ada orang lain tahu yang dipikirikannya. Aku ngerti ini aib, tapi sebagai orang tua harusnya dia care sama anaknya. Semenjak hari itu setiap dia berbuat salah, aku ga bisa negur atau ngingetin dia, karna dia selalu mengancam dan merendahkanku. Itu yang gue sesali”

"Dulu aku sering minta sama Allah supaya aku cepet mati. Ku pikir dengan begitu semua selesai, Mau bunuh diri, itu dosa besar dan jaminannya neraka. Akhirnya aku mencoba move on."

" kamu masih marah sama ibumu? "

"Aku belajar bersabar dan memaafkan."  ucapnya sambil tersenyum.

"orang itu gimana?" tanyaku ragu.

"Dia sudah menikah. Semoga Allah kasih dia hidayah dan keluarga mereka bahagia.”

"Menurutmu apa yang membuatku sangat bersyukur?" tanyanya

"Karna aku jadi ga berani pacaran. Lingkungan dan pergaulan disekitarku udah ga sehat, banyak teman yang pacaran bahkan sampai Married by Accident. Meskipun awalnya sulit, aku juga belajar memaafkan orang yang pernah melemparkanku ke lembah hitam terdalam. Aku bersyukur karena Allah menjaga dan membimbingku menjemput hidayah-NYA. Masih ada banyak hal Ti. Allah juga pernah berfirman, bahwa Dia tidak akan menguji seorang hamba diluar batas kemampuannya."

Aku tersenyum, juga malu, karena suka mengeluh atas masalah yang menimpaku. Malu karena sering mengkufuri nikmat-NYA.
Tak peduli bagaimana masa lalunya, yang terpenting adalah bagaimana dia sekarang dan kedepannya.
Bersyukur Allah mempertemukan dan mengijinkan kami saling menasehati serta tolong-menolong dalam kebaikan.


Ilustrated

Tidak ada komentar:

Posting Komentar